Ketika seorang anak lahir ke dunia pastilah sejuta harapan orang tua disematkan di diri anak. Banyak
orang tua yang berharap anaknya kelak menjadi anak yang pintar, cerdas dan berhasil. Orang tua pun rela
berkorban untuk memenuhi segala kebutuhan anaknya, mulai dari gizi hingga pendidikan, yang diberikan
adalah yang berkualitas. Namun apakah dengan menjadikan anak pintar dan berhasil merupakan
jaminan bahwa anak kelak akan menjadi anak yang berbakti dan merawat orang tua di saat usia
senjanya ? anak yang bisa di jadikan amal jariyah di akhirat ?.
Berangkat dari permasalahan itulah Sekolah Islam Nailufar berusaha untuk memberikan solusi
dalam menuntun dan mendidik siswa siswi sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya, menjadikan siswa siswi
bukan hanya pintar dan berhasil, juga shalih dan shalihah.
Sekolah Islam Nailufar juga berusaha menjadikan pembelajaran mudah, menarik dan penuh
motivasi melalui metode pendekatan perkembangan berdasarkan usia dan cara kerja alamiah otak dengan
harapan siswa kelak akan senang belajar dan menjadi pribadi yang memiliki kematangan emosi serta
mampu menyelesaikan masalah, Insyaa Allah.
Diantara kitab yang menjadi referensi adalah Qawaidul Arba', Nawaqidul Islam, Kitab Tauhid dan sebagainya.
Diantara kitab yang menjadi referensi adalah Matan Abu Syuja, Al Wajiz dan sebagainya.
Diantara kitab yang menjadi referensi adalah Matan Al Jazariyah, Matan Tuhfatul Athfal dan sebagainya.
Diantara kitab yang menjadi referensi adalah Durusul Lughoh, Baina Yadaik dan sebagainya.
Jenjang Sekolah Dasar Nailufar memiliki target hafalan 5 juz untuk setiap lulusan.
Hafalan doa harian diucapkan secara bersama-sama saat jam mufrodat.
Percakapan bahasa arab diucapkan secara bersama-sama saat jam mufrodat.
Diantara kitab yang menjadi referensi adalah Kitab Sirah Nabawiyah, Bidayah Wan Nihayah dan sebagainya.
Lulusan Sekolah Islam Nailufar diharapkan menjadi anak yang dapat menghasilkan suatu karya untuk dirinya maupun untuk orang lain.
Service Learning merupakan bagian dari sebuah proses pendidikan dimana peserta didik diarahkan bukan hanya mendalami materi pembelajaran, melainkan juga menerapkan materi tersebut agar berguna bagi masyarakat sekitar.
Peran katalisator sangat penting dimana anak diajarkan untuk menjadi pendamping oranglain agar oranglain dapat menciptakan atau menemukan suatu hal yang baru.
Mengajarkan kepemimpinan sedini mungkin dan diharapkan anak dapat membimbing oranglain, diri sendiri, organisasi maupun timnya.